Warga Myanmar Lempar Bom Molotov
Ilustrasi : Bom Molotov
Abad Khilafah ~ Ratusan nasionalis Buddha Myanmar mencoba menghentikan penyaluran bantuan untuk Rohingya dengan menghadang kapal yang berisi 50 ton bantuan di sebuah dermaga di Sittwe, ibu kota Rakhine. Parahnya, aksi tersebut diiringi dengan pelemparan bom molotov ke arah kapal International Committee of the Red Cross (ICRC) tersebut.

Insiden ini terjadi pada Kamis (21/09). Para pendemo juga dilaporkan membawa tongkat kayu dan batangan logam. Massa pericuh ini kemudian berhasil dibubarkan setelah sedikitnya 200 aparat kepolisian diturunkan dan memberikan tembakan peringatan ke udara.

Akibat aksi anarkis tersebut, beberapa orang mengalami luka dan polisi menahan delapan orang pericuh. Sementara itu, juru bicara ICRC, Maria Cecilia Goin telah memastikan bahwa tidak ada petugas bantuan yang terluka. Selain itu, ia menegaskan bahwa pengiriman bantuan ini sesuai dengan prosedur dan cara yang netral.

“Semua bantuan darurat yang disalurkan organisasi kami didistribusikan secara netral dan tidak memihak,” ujar Cecilia.

Sejak pecahnya genosida oleh militer Myanmar pada pertengahan Agustus lalu, sedikitnya 1.000 jiwa Rohingya diperkirakan tewas. Sedangkan ratusan ribu lainnya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Di sisi lain, masih terdapat warga Rohingya yang terjebak dan bersembunyi di Rakhine tanpa makanan dan pakaian.

Setelah mendapatkan banyak desakan, pemerintah Myanmar akhirnya mau membuka akses kemanusiaan ke Rakhine. Sejumlah negara dan organisasi pun berbondong-bondong mengirimkan bantuan untuk Rohingya.

Sumber: CNN, Reuters, Redaktur: Syafi’i Iskandar

Post a Comment