Ketua PBNU, Said Aqil Siroj
Ketua PBNU, Said Aqil Siroj
Abad Khilafah ~ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menyebut isu pelurusan sejarah terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) digunakan untuk memojokkan pihak tertentu. Bahkan, kalangan NU sendiri menurutnya menjadi korban.

“Isu PKI ada tujuannya untuk memojokkan NU, memojokkan TNI. Saya pikir semua adalah tujuan politik bukan betul-betul untuk memperbaiki sejarah,” katanya kepada awak media di gedung PBNU Pusat, Jakarta pada Jumat (22/09).

Ia juga menganjurkan kepada masyarakat Indonesia untuk menonton film G30S/PKI. Jika ada kesalahan dalam film itu, menurutnya itu bukan suatu masalah.

“Kalau dalam film G30S/PKI ada kesalahan, ayo perbaiki. Bukan isu itu diangkat untuk memojokkan apapun. Di dunia ini tidak ada yang sempurna,” ujarnya.

Saat ditanya apakah perlu pembuatan film pemberontakan PKI di Madiun pada 1948, KH Said Aqil menyatakan setuju. Menurutnya, segala pemberontakan di Indonesia perlu dibuat film.

“Ia (dibuat.red), kalau memang betul-betul mau mendokumentasikan perjalanan sejarah baru. Segala utang terjadi sifatnya penghianatan, harus dibuat film,” ujarnya.

“Tapi dengan niat tulus, bukan memojokkan siapa-siapa,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq, Editor: Imam S. (Kiblat.Net)

Post a Comment